
Nanti LRT kita Terapkan Tarifnya Hanya Rp 12 Ribu saja Padahal tarif komersialnya itu Rp 25 Ribu. Yg Rp 12 ribu itu akan ditanggung oleh pemerintah Setempat. Dia dari cibubur naik taksi aja bisa sampai dengan Rp 200 ribu. Dan Naik bus bolak balik bisa Rp 50 ribu. Ini cuma Rp 12 ribu Kemana-mana,"ujar dia di Balai Kartini, Jakarta
Budi mengungkapkan, Murahnya Tarif LRT Ini merupakan Bentuk dari insentif dan imbalan bagi masyarakat yg mau menggunakan transportasi umum untuk berpergian kemana saja. Hal Tersebut Sama Seperti masyarakat menggunakan mode transportasi umum lain seperti kereta, maka cukup membayar dengan tarif yg murah, ketimbang menggunakan kendaraan pribadi milik mereka
BACA JUGA: LIVE BERITA
Imbalan tidak Selalu Diberikan dengan Uang Dengan dia menikmati udara yg semakin segar itu imbalan. Bisa lebih cepat, dengan naik kereta. Naik mobil 3 jam, naik kereta dari BSD cuma setengah jam,” ujar Budi.
Jadi even pemerintah harus bayar subsidi, kita bayar subdisi yg besar untuk angkutan kereta Jabodetabek ratusan miliar untuk supaya insentif untuk masyarakat untuk berpindah dari angkutan individu ke Umum Kita secara intensif membangun MRT, LRT," tambah dia.
Selain tarif yg dikenal lebih murah, lanjut Budi, imbalan lain yang diterima masyarakat jika menggunakan transportasi umum yaitu udara yg lebih segar. Sebab, dengan menggunakan LRT ini, masyarakat ikut Mengurangi tingkat polusi udara. Jadi saya pikir ada yang riil dia dapat insentif, ada yang tidak riil berupa lingkungan yang bersih. Kemarin waktu ganjil genap co2 turun 20 persen. Itu berarti kita ngurangi makan racun," kata dia.